Jumat, 27 Agustus 2010

Hakim Tegur Adik Ipar Roberto Karena Sering Jawab 'Tidak Tahu'

Do you want to share?

Do you like this story?

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)
YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)
Jakarta - Konsultan pajak Roberto Antonius batal bersaksi untuk terdakwa AKP Sri Sumartini. Jaksa kemudian menghadirkan adik iparnya, yakni Gunawan. Namun, keterangan Gunawan sempat dipertanyakan hakim karena sering menjawab 'tidak tahu'.

Hakim sempat menanyakan dugaan transaksi suap dari Roberto ke Kompol Arafat Enanie dan AKP Sri Sumartini. Gunawan menegaskan, tidak tahu menahu soal itu, termasuk saat tim jaksa dan pengacara berusaha mencecarnya.

"Saya tidak tahu. Saya cuma diajak makan di FX Senayan. Memang ada terdakwa sama Pak Arafat dan Bu Mardiyani. Tapi saya tidak tahu apa yang dibicarakan selain makan. Hanya basa-basi saja. Sekarang ya dia di rumah," ucap Gunawan di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jumat (27/8/2010).

Keterangan yang tidak memuaskan itu membuat majelis hakim geleng-geleng. Menurut hakim, status adik ipar seharusnya mengetahui persoalan kakap iparnya yang sedang terkena masalah hukum.

"Saudara jangan berbohong. Kalau berbohong Buddha marah. Anda juga bisa kena hukum negara, sumpah palsu kena 7 tahun," kata anggota majelis Haswandi.

Sebelumnya, Roberto Antonius batal bersaksi bagi Sri Sumartini. Tidak ada penjelasan pasti tim kuasa hukum, hanya saja ketua majelis hakim menyebut bahwa Roberto akan datang Selasa pekan depan (31/8/2010).

"Pak Jaksa, ini ada surat dari kuasa hukum Roberto. Katanya tidak bisa datang. Bisanya 31 Agustus," kata ketua majelis hakim, Achmad Solihin.

Jaksa Suharjo lalu mendatangkan adik ipar Roberto, Gunawan (37). Selain itu, saksi lain dihadirkan yakni Wahyu Indra Pramugari, Saifudin Arif, Yuliarnus Nugroho, Nurlaili. Sementara saksi Ihza Fadli yang akan dihadirkan sebagai ahli, ditolak hakim karena ia sempat menjadi kuasa hukum terdakwa.

Roberto Atonius merupakan konsultan pajak yang berkongsi dengan Gayus Tambunan. Dalam dakwaan jaksa Harjo, Robert disebut menyuap Kompol Arafat, AKP Sri Sumartini dan Brigjen Polisi Edmond Ilyas supaya tidak dijadikan tersangka bersama Gayus Tambunan. (dtk)

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)