Mandala
Burung yang selalu mengajakku menikamti awan
Kenapa engkau kini mulai diam dari sejuta sapaan?
Udara akan sepi tanpa kibaranmu
Akankah kami tak lagi mengenal sentuhan lembut tangan pramugari
Nan setia melayani para penumpang Yang kau ajak terbang ?
Oh, Mandala …
Kini … haruskah engkau kujadikan kenangan
Dengan sejuta kesan
Diantara udara yang selalu kau cumbu dengan sayap berkibar
Salam untukmu kenangan.
Bagiku Engkau adalah burung yang tegar
Selalu tabah melawan badai
Meski ribuan orang Kini menatapmu gersang
Meski ribuan orang Menuntutmu dengan kematian
Dan meski ribuan orang Menyonglapimu jadi kenangan
Lewat tinta sejarah yag akan dilukiskan
Teruslah berjuang wahai burung malang
Musryadanta | 14012011
0 komentar:
Posting Komentar