Selasa, 20 Maret 2012

GORESAN PEMUDA BERDOSA

Do you want to share?

Do you like this story?

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)
YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)


Aku adalah gemuruh badai yang selalu mengubah bentuk menjadi puing-puing kecil. Yang selalu melahirkan dosa-dosa dan amarah penguasa alam.
Aku adalah jasad yang bagai tak pernah mengenal tuan, aku  adalah  insan yang merasa semuanya benar, semuanya halal
semuanya adalah kenikmatan dan kesenangan.
 Aku insan yang lupa daratan. Aku munafik. Aku egois. Aku adalah pemuda berdosa. Sejauh mata bisa memandang, seberapa banyak hentakan kaki telah melangkah, seberapa banyak ketukan waktu yang telah terhabiskan dan seberapa lama nafas telah berayun hembus dibadan?
Itu semua telah berjalan bersama dosa dan bersama kemurkaan Tuhan. Memang sudah pantas Tuhan menghukum si Pendosa ini yang tidak pernah ingat dengan perintah dan larangan-Nya. Tapi inilah kebesaran Tuhan.
Tuhan Maha Agung, Maha Penyayang, Maha Bijaksana, Maha Pemurah, Maha Penolong dan Maha segala-galanya diatas segala-galanya.
Dalam ritual air mata, aku tersadar, tubuh telah tergelimang dosa dan jiwa telah terendam dusta.
Rasanya, aku tak pantas menelan hidaya-Nya, aku tidak pantas menyentuh surga-Nya namun aku juga tak ingin menjadi penghuni Neraka-Nya.
Tuhanku, aku telah Murka pada-Mu
Dosaku sungguh tak lagi dapat terhitung.
Kemana aku harus pergi? Mati bunuh diri dikutuk Illahi
Didunia mendapat caci maki
Diakhirat mendapat siksa pedih Illahi. Ketika aku berjalan
burung-burung seakan haus darah, menatapku dengan penuh amarah
Dan bumi seakan retak saat aku berpijak mengubah kebisuan.
Tuhan ku, tuntunlah aku pada jalan-Mu, terangi hatiku dengan cahaya-Mu dan ringankanlah langkahku untuk bertobat pada-Mu
Hanya pada-Mu ... Tuhanku . . .
           

@ Musryadanta | 04032008

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)