Jumat, 20 April 2012

Bukan Pemain, Tapi Penonton

Do you want to share?

Do you like this story?

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)
YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)
INTELEKTUAL MUDA
Awalnya kita bangga  apabila kita bisa lulus dari Ujian Nasional yang diperoleh dari hasil kerja keras sendiri, karena untuk mencapai standar nilai yang telah ditentukan ditingkat nasional bukanlah hal yang mudah untuk kita raih dengan sumber daya dan fasilitas kita saat ini. Namun kenyataannya sekarang, tidak ada lagi sedikit pun kebanggaan disana, karena nilai yang diperoleh bukan lagi nilai murni dari hasil jerih payah sendiri, melainkan ketika ujian final siswa siswi tidak lagi perlu berpikir keras untuk menjawab soal tersebut karena hanya butuh kesabaran untuk menunggu jawaban itu datang. Entah bagaimana dan darimana itu datang. 

Padahal, jika kita menggunakan hati nurani dalam menanggapi hal tersebut, sangatlah merugikan diri sendiri apabila kita melakukan hal yang demikian. Apa jadinya bangsa ini jika para kadernya tidak ada yang mau berpikir ketika masalah dating, sampai kapan kita hanya menunggu dan menunggu solusi itu dating dari orang. Awalnya saya berpikir kita adalah kader-kader intelektual yang akan membawa perubahan. Namun ternyata bukan, kita bukan pemain melainkan hanya penonton, kita bukanlah seorang yang solutif tapi melain pembawa masalah.

Saudaraku, sampai kapan kita terus menjadi kacung orang lain, sampai kapan kita harus menunggu salusi dari orang lain. Kita adalah kader-kader intelektual muda, harapan bangsa kedepan. Apa yang akan terjadi dengan bangsa kita jika kita terus menjadi pecundang yang hanya menunggu sesuatu itu datang?

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)