Banda Aceh | INTELEKTUAL MUDA
Sangat mengecewakan ketika mendengar bahwa budaya birokrasi yang masih gemuk, lamban dan tidak professional. Karena hal ini menjadi persoalan bangsa yang menghambat pembangunan di tanah air. Disamping itu, juga tidak terlepas budaya korupsi dan lemahnya infrastruktur.
Hal senada juga disampaikan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, pada acara Sosialisasi Reformasi Birokrasi dan Pengenalan Aplikasi e-Kinerja, di Aula Balai Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu.
“Sistem birokrasinya masih gemuk, lamban dan belum profesional, infrastruktur belum memadai dan anggaran negara untuk pemeliharaan dan pembangunan masih kecil. Disamping itu, banyak ditemukan penyelewengan dan penyalahgunaan keuangan negara di berbagai instansi pemerintah,” katanya.
Padahal, Pemerintah selalu menekankan bahwa korupsi merupakan salah satu masalah yang dihadapi bangsa ini sehingga menghambat pembangunan. Kondisi ini juga dipicu belum tepat fungsi dan sasaran dalam organisasi dan kewenangan, serta masih banyak disalahgunakan dan overlapping.
Sangat mengecewakan, jika belanja birokrasi terus membengkak sedangkan hasil hanya sebatas program yang tidak jelas realisasinya. Disatu sisi para pejabat Negara terlihat seperti bangga memamerkan kekayaannya didepan rakyat yang terhimpin berbacam beban kehidupan.
Memang tidak salah jika sebagai orang mengatakan ”Tenang bro, semuanya telah diwakilkan oleh wakil rakyat, baik itu kesenangan, kekayaan, dan kemewahaan. Kita rakyat ya hanya apa adanya saja, namanya saja wakil rakyat, iya khan?”. (&ta)
0 komentar:
Posting Komentar