Politik adalah aktivitas akal dalam hati. Akal lah yang telah membuktikan kebenaran Islam. Setelah terbukti, hati akan meyakini. Setelah itu, ia akan mendorong setiap Muslim untuk memahami dan meyakininya, lalu bergerak dan lahirlah gerakan kebangkitan yang dilandasi dengan kesadaran dan keyakinan.
Gerakan yang tidak dapat dibunuh oleh siapapun. Orangnya disebut politikus.
Ia mempelajari Islam bukan untuk menjadi "buku" yang bisa berjalan.
Ia adalah sosok Islam yang hidup, selalu bergerak mendakwahkan Islam .
Itulah pengemban dakwah..!
------------------------------------------------------------------
"Ketahuilah, bahwa kewajiban yang pertama kali bagi seorang mukallaf adalah berpikir dan mencari dalil untuk ma'rifat (mengenal) Allah SWT. Arti berpikir adalah melakukan penalaran dan perenungan kalbu. Dalam keadaan orang yang berpikir tersebut dituntut untuk mengenal Allah. Dengan cara seperti itu, dia mampu mencapai ma'rifat kepada hal-hal yang gaib dari pengamatannya dengan indera, dan aktivitas tersebut merupakan suatu kewajiban. Hal ini merupakan kewajiban dalam bidang ushuluddin."
(Imam as-Syafi'i)
--------------------------------------------------------------------
Gerakan yang tidak dapat dibunuh oleh siapapun. Orangnya disebut politikus.
Ia mempelajari Islam bukan untuk menjadi "buku" yang bisa berjalan.
Ia adalah sosok Islam yang hidup, selalu bergerak mendakwahkan Islam .
Itulah pengemban dakwah..!
------------------------------------------------------------------
"Ketahuilah, bahwa kewajiban yang pertama kali bagi seorang mukallaf adalah berpikir dan mencari dalil untuk ma'rifat (mengenal) Allah SWT. Arti berpikir adalah melakukan penalaran dan perenungan kalbu. Dalam keadaan orang yang berpikir tersebut dituntut untuk mengenal Allah. Dengan cara seperti itu, dia mampu mencapai ma'rifat kepada hal-hal yang gaib dari pengamatannya dengan indera, dan aktivitas tersebut merupakan suatu kewajiban. Hal ini merupakan kewajiban dalam bidang ushuluddin."
(Imam as-Syafi'i)
--------------------------------------------------------------------
demokrasi utopis...!
0 komentar:
Posting Komentar