Hai petani, sadarilah nilaimu...
Kau adalah benih
Kau adalah ladang
Kau adalah hujan
Dan kau adalah panenan
Ah, untuk siapakah yang dalam pencariannya kau berduka?
Kau adalah jalan
Kau adalah jalan yang lebih jauh
Kau adalah pemandu
Dan kau adalah tujuan
Mengapa kau merasa ngeri begitu teringat badai?
Kau adalah pelaut
Kau adalah laut
Kau adalah perahu
Kau adalah pantai
Kau lihat ke daam hatimu...
Kau adalah Qays
Kau adalah Layla
Kau adalahh padang pasir
Kau adalah sampah di atas punggung unta
Betapa sedih bila kau menurut kepada saki...
Ketika kau sendiri adalah anggur, cawan, dan juga saki
Nyalakan api, dan hancurkan semua yang melawan Tuhan
Mengapa kau jadi takut pada kejahatan
Padahal tugasmu menghancurkan kejahatan
Kau adalah benih
Kau adalah ladang
Kau adalah hujan
Dan kau adalah panenan
Ah, untuk siapakah yang dalam pencariannya kau berduka?
Kau adalah jalan
Kau adalah jalan yang lebih jauh
Kau adalah pemandu
Dan kau adalah tujuan
Mengapa kau merasa ngeri begitu teringat badai?
Kau adalah pelaut
Kau adalah laut
Kau adalah perahu
Kau adalah pantai
Kau lihat ke daam hatimu...
Kau adalah Qays
Kau adalah Layla
Kau adalahh padang pasir
Kau adalah sampah di atas punggung unta
Betapa sedih bila kau menurut kepada saki...
Ketika kau sendiri adalah anggur, cawan, dan juga saki
Nyalakan api, dan hancurkan semua yang melawan Tuhan
Mengapa kau jadi takut pada kejahatan
Padahal tugasmu menghancurkan kejahatan
Catatan Gunawan Al Ghifary
0 komentar:
Posting Komentar